Ini berawal dari kejadian kemaren pas ane naik angkot pas ane mau pergi merantau lagi ke tanah ngayogyakarta, habis subuh ane berangkat, ane duduk di samping pak sopir yang sedang bekerja. . terdengar dari belakang suara 3 ibu2 yang sedang galau karena anak2nya, mereka membicarakan betapa labilnya anak mereka, yang sempat ane tangkep sih gini. . mereka tu kayak udah gak sanggup nanggepin anak2 mereka, ada yang suka make motor sembarangan, yang habis pulang sekolah langsung minta uang jajan lagi, yang emosi abg-nya belum bisa terkontrol. . etc. .
Waktu itu juga ane berpikir, nyebelin gak sih ane di mata kedua orang tua ane?, mereka seneng gak sih punya anak seperti ane? Apa si yang bisa dibanggain orang tua dari diri ane? dan pertanyaan2 lain menyangkut masalah hubungan ane dengan orang tua. . kayaknya tu ane lebih sering bikin mereka sedih daripada buat mereka seneng. . T^T lalu ane keinget sebuah cerita tentang pohon apel dengan seorang bocah, mungkin kalian udah pernah baca cerita ini, wong cerita ini udah beredar banyak di internet, ceritanya gin i(dengan "sedikit" editing, hhe ). .
Ada seorang bocah yang bersahabat dengan pohon apel (ini kelainan keknya, masa orang sahabatan sama pohon, whatever-lah namanya juga cerita, ngapain juga ngurusin logika, hahaha :D)
setiap hari dia bemain bersama pohon apel itu (gimana cara bermainnya ya? hmmm hhe :D) pohon apel itu tempat dia berbagi semuanya, tahun pun berlalalala yeyeye lalala eh berlalu, sang bocah pun beranjak remaja. . dia udah punya teman2 lain. .dia sering meninggalkan pohon apel ini sendiri, sampai suatu saat,
"ayo, kesini lagi, main lagi denganku." pinta pohon apel
"aku udah bukan anak kecil lagi, yang bermain dengan pohon lagi." jawabnya. .
"aku ingin sebuah blackberry( ini nyang lagi hits, hhe ), jadi aku bisa berhubungan dengan teman2ku, tapi aku gak punya uang." pintanya pada pohon apel
"duh, aku gak punya uang, tapi kamu bisa ambil apel2ku lalu kamu jual untuk beli BB itu (apel berapa kilo yah baru bisa buat beli BB? hhe :D )
Dia pun memetik semua apel, dan menjualnya untuk membeli sebuah BB, dan tak pernah kembali ke pohon apel ini lagi. . pohon apel pun sedih lagi,
waktu pun berlalu, sang remaja beranjak dewasa, dia menemukan pasangan hidupnya, dia kebingungan karena belum punya rumah, dia pun datang ke pohon apel ini lagi. .
"ayo bermain denganku lagi" pinta pohon apel
"aku dah gak punya waktu" jawabnya
"aku harus bekerja untuk keluargaku, aku butuh rumah untuk tempat tinggal, maukah kau menolongku?"
"duh, aku tak memiliki rumah, tapi kau bisa menebang semua rantingku untuk membangun rumahmu. ." kata pohon apel
dia pun membangun rumah dari kayu dari pohon ini(kayak apa bentuknya? hhe :D) dan dia pun meninggalkan pohon apel itu lagi seperti dulu. . kini pohon apel hanya seonggok akar yang sekarat. .
waktu berlalu, sang pria sudah menjadi tua renta dan lemah, dia kembali lagi ke pohon apel itu. .
"aku sudah tak punya apapun untuk kuberikan padamu" kata pohon apel
"tak apa, aku pun sudah tak memiliki gigi untuk menggigit pohon apelmu, aku sudah tak punya daya untuk menaiki batang dan ranting2mu. ." jawabnya
"aku benar2 tak memiliki apa2, aku tinggal akar2 yang tua dan sekarat ini" kata pohon tua sambil menitikkan air mata
"aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat, setelah sekian lama meninggalkanmu" dia pun menangis
"kemarilah, beristirahatlah di akarku ini, kemarilah, beristirahatlah di pelukan akar2ku" kata pohon apel
lelaki tua itu pun berbaring, sang pohon memeluknya dengan erat, dia sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air mata. .
pohon apel itu adalah ibarat orang tua kita, yang akan memberikan apapun untuk membahagiakan anaknya, yang rela berkorban demi anaknya. . memang sosok sana anak lelaki terlihat kejam, tapi itulah gambaran kita yang sering minta bantuan ke orang kita tapi kadang malas untuk sekedar menanyakan kabarnya. . yang sering mengabaikan telfon atau sms dari orang tua kita, ane juga sering nglakuin itu, kita terlalu sibuk dengan kehidupan kita, hingga melupakan kehadiran mereka. .
Sejelek2nya sifat orang tua kita, seenggak cocoknya dengan cara pandang mereka dengan kita, mereka itu orang tua kita, yang dipercaya Tuhan untuk menghadirkan kita di dunia ini, memang ada orang tua yang gampang main tangan dengan anaknya, gampang membentak, ato malah ada yang membiarkan anaknya terlantar tanpa terurus, tapi gini, kalo bisa mengambil hikmah dan pembelajaran, kita diperlakukan "gak enak" seperti itu, agar kita tidak melakukan kesalahan yang sama kepada anak2 kita nanti, percayalah tidak ada yang sia2 di dunia ini. . :)
Semoga dengan cerita di atas, kita bisa lebih mencintai orang tua kita, jangan perlakukan orang tua kita seperti pohon apel di cerita, tetap jaga pohon apel kita, rawat mereka, sayangilah. . hargai mereka sebelum semuanya terlambat, buat bangga mereka dengan kehadiran kita, dan bila ada yang udah ditinggalin mereka, tetep doakan mereka, semoga diberi tempat terbaik oleh Tuhan. . :)
see you next post. .
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar