ini juga copas dari note fb ane
Malam di kota wonosobo emang gak pernah jauh dari kata dingin, enaknya sih tarik selimut lalu tidur, anget. . . :) Tapi anehnya ane gak bisa tidur, biasa ane ini makhluk nocturnal, aktip pas malam hari, ngorok di siang hari, ehehe :D, langsung aja dah, hidupin kompi, siapin kopi, setel empi-tri, tetanggaku namanya Sulastri, kekeke :D, udah lama gak nulis note, jadi ane nulis apa yang ada di otak ini, cekidot. . .
Mengapa judulnya itu? Kok bau? Ini ada ceritanya, jadi tadi sore, ane kan belum mandi *maklum airnya dingin. . . :) , ane deketin tu ibu ane yang lagi masak buat nanti buka.
(translate dari bahasa jawa)
“bu, masak apa??” Tanya ane. .
“masak sayur lodeh sama goreng ayam, eh, kayaknya ada bau2 aneh gitu, kamu belum mandi ya??” balas ibu ane. .
“Hehe, ibu tau aja, kalo aku belum mandi, tapi anakmu yang paling ganteng ini nggak bau bu. .” *sambil ngendus2 badan sendiri. .
“lah, ganteng darimana. . Sana gih mandi !!, kalo ibu jadi cewekmu, ogah deket2 ma kamu. .” suruh ibu ane.
“Okelah. .” jawab ane. .
Lah pas mandi ane lalu menyimpulkan sesuatu *biasalah ane kan filsuf, dapat ilham di waktu yang tak terduga :D, ini yang ane dapatken “Kita terlalu toleran terhadap “bau” kita sendiri, seolah acuh tak acuh, tetapi akan bau orang lain, kita langsung bereaksi” yang artinya tak jauh dari peribahasa “ gajah di pelupuk mata tak keliatan, amoeba di planet mars keliatan”
Yah, begitulah kita, kita jarang (bahkan mungkin tak pernah) “mengendus” kesalahan yang kita sendiri, merasa diri kita ini yang paling benar, paling bersih, dan paling suci. Tetapi begitu orang lain berbuat kesalahan, wuih, langsung heboh, dari A-Z dikatain semua, dan juga kadang ditambahin “pemanis” agar memperkuat ceritanya. Kita tu kurang berkaca akan diri sendiri, seberapa jauh kita berbuat kesalahan di dunia ini, seberapa sakit orang lain menerima keegoisan kita. Ingatlah, mengintrospeksi diri akan membuat sikap kita lebih santun terhadap dunia, kita akan lebih berhati-hati dalam berucap agar tak menyinggung orang lain. Saya akui, memang tak mudah sebuah konsistensi, tetapi kalo biasa kita lakukan, dan tanpa beban dalam menjalaninya, akan lebih mudah kan?? Betul tidak??
Yah, saran dari ane sih cuma ini, “hidup di dunia itu bukan aku, tetapi kita dan mereka” *entah, apa artinya, simpulkan aja sendiri, hohoho :D
Oke, sekian dari ane, yang salah itu murni kesalahan ane, yang benar itu karunia Allah SWT, yang merasa ini aneh ato absurd, ya udah, gak usah baca. . pisss bro ^^V, yang pengen ngasih kado tinggal kasih, yang pingin pulang ijin dulu. . .
Terimakasih. . . :)
Wonosobo, 4 Agustus 2011 *malem jumat kliwon, ternyata. . .
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar